Skip to main content

Pigora News Jatim

Jawa Timur Lepas 127 Siswa Program ADEM Papua dan Repatriasi, Siap Lanjut Kuliah dan Bangun Daerah Asal

SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemerataan pendidikan nasional melalui pelaksanaan Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Papua dan ADEM Repatriasi pada Senin 8 Juni 2026 di Kantor Dinas Pendidikan Jatim.

Program yang merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tersebut memberikan kesempatan kepada siswa dari Papua, daerah khusus, serta anak-anak repatriasi untuk menempuh pendidikan di SMA dan SMK unggulan di Pulau Jawa dan Bali.


Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Mudlanto, menjelaskan bahwa program ini bertujuan mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah yang dipengaruhi kondisi geografis maupun keterbatasan ekonomi. Selain itu, program tersebut diharapkan dapat mempercepat pembangunan sumber daya manusia di Papua dan daerah-daerah khusus lainnya.


Menurutnya, Jawa Timur menjadi salah satu provinsi yang dipercaya menyelenggarakan program ADEM melalui 30 SMA dan SMK yang tersebar di sembilan cabang dinas pendidikan. Sekolah-sekolah tersebut menjadi tempat para siswa menerima pendidikan akademik sekaligus pembinaan karakter selama menempuh pendidikan menengah.


“Anak-anak yang mengikuti program ini mendapatkan kesempatan yang sama seperti siswa lainnya untuk berkembang, berprestasi, dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.


Mudlanto memaparkan, jumlah peserta Program ADEM Papua yang saat ini menempuh pendidikan di Jawa Timur mencapai 440 siswa. Jumlah tersebut terdiri atas 145 siswa kelas X, 160 siswa kelas XI, dan 135 siswa kelas XII yang telah menyelesaikan pendidikan pada tahun ajaran 2025/2026.


Sementara itu, untuk Program ADEM Repatriasi tercatat sebanyak 238 siswa, yang terdiri atas 90 siswa kelas X, 75 siswa kelas XI, dan 73 siswa kelas XII.


Ia menegaskan bahwa para lulusan program ADEM tidak berhenti pada jenjang pendidikan menengah. Pemerintah telah membuka berbagai jalur untuk melanjutkan pendidikan tinggi, baik melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), maupun program Optimasi Pendidikan Tinggi yang secara khusus memberikan dukungan bagi peserta ADEM agar dapat mengakses perguruan tinggi.


Dari lulusan ADEM Papua tahun ini, sejumlah siswa berhasil diterima melalui jalur SNBP dan SNBT. Sementara siswa lainnya memperoleh kesempatan melanjutkan studi melalui program optimasi pendidikan tinggi yang memberikan bantuan pembiayaan dan pendampingan untuk masuk ke perguruan tinggi.


Hal serupa juga terjadi pada peserta ADEM Repatriasi yang berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi melalui jalur seleksi nasional.


Dalam kesempatan tersebut, Dinas Pendidikan Jawa Timur juga secara resmi melepas para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan menengah untuk kembali ke daerah asal masing-masing. Sebanyak 127 siswa dipulangkan ke berbagai wilayah di Papua dengan didampingi 10 orang pendamping.


Daerah tujuan pemulangan meliputi Jayapura, Nabire, Timika, Merauke, Wamena, Biak, Manokwari, dan Sorong. Sebagian siswa lainnya telah lebih dahulu kembali ke daerah asal karena mengikuti kegiatan atau proses lanjutan terkait pendidikan tinggi.


Mudlanto berharap ilmu pengetahuan, pengalaman, serta pembinaan karakter yang diperoleh selama tiga tahun belajar di Jawa Timur dapat menjadi bekal berharga bagi para lulusan untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah asalnya.


“Selama tiga tahun mereka telah belajar bersama, beradaptasi dengan lingkungan baru, dan mendapatkan berbagai pengalaman yang sangat berharga. Kami berharap seluruh kompetensi, karakter, dan pengalaman yang diperoleh selama di Jawa Timur dapat menjadi modal untuk membangun Papua dan daerah asal masing-masing,” katanya.


Pada tahun ajaran 2026/2027, Jawa Timur kembali menerima penugasan untuk menyelenggarakan Program ADEM Papua bagi 162 siswa baru serta Program ADEM Repatriasi bagi 120 siswa. Jumlah tersebut menunjukkan kepercayaan pemerintah pusat terhadap Jawa Timur sebagai salah satu daerah penyelenggara program afirmasi pendidikan yang dinilai berhasil dalam memberikan layanan pendidikan dan pembinaan bagi peserta didik dari berbagai wilayah Indonesia.


Melalui program ini, dirinya berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap menjadi agen perubahan bagi kemajuan daerah serta bangsa Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *