Pigora News Jatim

Ketua Organda Jatim Firmansyah Sampaikan Kesiapan Armada dan Ketertiban Terminal Jelang Nataru

l

Surabaya – Menjelang arus Natal dan Tahun Baru (Nataru), Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Jawa Timur, Firmansyah, menegaskan pentingnya kesiapan armada, pengemudi, serta ketertiban operasional angkutan umum demi menjamin keselamatan dan kenyamanan penumpang.

Firmansyah menyampaikan bahwa Organda Jatim telah mengatur jadwal kerja dan waktu istirahat para pengemudi agar tetap dalam kondisi prima saat melayani lonjakan penumpang pada masa puncak Nataru. Selain itu, seluruh kendaraan angkutan umum juga menjalani pemeriksaan teknis secara lebih intensif.

“Pengemudi diatur jadwal istirahatnya supaya pada hari H tidak kelelahan. Armada juga kami masukkan satu per satu ke garasi untuk dicek. Walaupun pengecekan dilakukan setiap hari, pada momen Nataru ini kami lakukan secara lebih spesial dan detail,” ujar Firmansyah Selasa 16 Desember 2025.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kendaraan siap beroperasi meskipun kondisi cuaca dan situasi transportasi belum sepenuhnya ideal. Organda Jatim berharap dengan persiapan maksimal, layanan angkutan umum tetap berjalan aman dan lancar.

Terkait tarif angkutan, Firmansyah memastikan hingga saat ini belum terdapat kenaikan harga tiket, khususnya untuk kelas ekonomi. Sementara untuk angkutan non-ekonomi, penetapan tarif diserahkan kepada masing-masing operator. Namun demikian, Organda Jatim menegaskan bahwa sejauh ini belum ada kenaikan tarif yang signifikan dan tarif masih terpantau normal.

Dalam kesempatan tersebut, Firmansyah juga menyoroti kondisi Terminal Bungurasih. Ia berharap pengelola terminal dapat lebih tegas mengarahkan penumpang agar naik bus dari dalam terminal, bukan di luar area atau di pinggir jalan. Pasalnya, Jawa Timur merupakan salah satu provinsi yang masih konsisten menerapkan sistem timetable, di mana bus hanya parkir selama lima menit di dalam terminal untuk menaikkan penumpang.

“Kalau penumpang naiknya di dalam terminal, masih ada peluang mendapatkan penumpang. Kami berharap tidak ada bus yang ngetem di depan jalan, karena rezeki kami itu dari terminal,” tegasnya.

Firmansyah menilai pengelola terminal memiliki kewenangan untuk menertibkan aktivitas tersebut, termasuk menekan praktik percaloan. Ia juga mengimbau masyarakat agar membeli tiket secara online dan non-tunai (cashless) sebagai salah satu upaya mengurangi pergerakan calo, sekaligus memberikan kepastian jadwal, harga, dan keberangkatan.

Menjelang perayaan Nataru, Organda Jatim juga memastikan pengaturan jadwal pengemudi telah disesuaikan dengan latar belakang keagamaan. Pengemudi yang merayakan Natal telah diatur jauh hari agar dapat merayakan hari besar keagamaan bersama keluarga, tanpa mengganggu operasional angkutan.

Sebagai penutup, Firmansyah berharap penyelenggaraan angkutan Nataru tahun ini dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. “Harapannya Nataru kali ini ramai penumpang, tidak ada insiden, semua lancar, dan cuaca mendukung,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *