Surabaya- Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Timur, Djoko Adi Walujo, turut menghadiri pembukaan Ajang Talenta Murid Berprestasi Jawa Timur Tahun 2026 yang digelar di Airlangga Convention Center, Sabtu (4/4/2026).
Dalam keterangannya, Djoko Adi Walujo menyampaikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan ajang tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembangunan pendidikan di Jawa Timur tidak hanya berfokus pada aspek akademik semata, tetapi juga memberikan perhatian serius terhadap pengembangan talenta siswa.
Menurutnya, pendekatan pendidikan yang menyeluruh menjadi kunci dalam mencetak generasi unggul. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak bisa diukur hanya dari capaian akademik, melainkan juga dari kemampuan siswa dalam mengembangkan potensi dan bakat yang dimiliki.
“Ini sangat luar biasa, karena pendidikan tidak hanya dilihat dari sisi akademik saja, tetapi juga dari sisi talenta. Jadi, keduanya harus berjalan beriringan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan talenta siswa merupakan bagian penting dalam membentuk karakter dan kompetensi generasi muda. Dengan adanya wadah seperti Ajang Talenta, para siswa memiliki ruang untuk mengekspresikan kemampuan mereka di berbagai bidang, baik seni, olahraga, maupun keterampilan lainnya.
Sebagai organisasi profesi guru, PGRI Jawa Timur, lanjutnya, mendorong para pendidik untuk terus memberikan dukungan penuh kepada siswa dalam mengembangkan bakatnya. Guru diharapkan tidak hanya berperan sebagai pengajar di dalam kelas, tetapi juga sebagai pembimbing yang mampu mengarahkan potensi siswa secara optimal.
“Guru harus terus mensupport anak-anaknya, agar talenta yang dimiliki bisa berkembang dan menjadi kekuatan dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” katanya.
Djoko juga berharap, melalui perhatian yang seimbang antara akademik dan talenta, kualitas pendidikan di Jawa Timur akan semakin meningkat. Ia optimistis, jika potensi siswa dikembangkan secara maksimal, maka akan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan pendidikan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Kehadiran PGRI Jawa Timur dalam kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dalam mendorong lahirnya generasi berprestasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga unggul dalam berbagai bidang talenta.
Sebelumnya diberitakan bahwa Pemerintahan Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan resmi membuka Ajang Talenta Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 pada Sabtu, 4 April 2026. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wadah untuk menjaring, mengembangkan, dan mengapresiasi bakat serta prestasi peserta didik dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Acara pembukaan berlangsung di Airlangga Convention Center dan dihadiri oleh jajaran pejabat Dinas Pendidikan, para pendidik, serta perwakilan siswa dari berbagai kabupaten/kota. Suasana pembukaan berlangsung meriah dengan menampilkan beragam potensi talenta pelajar, mulai dari bidang akademik, seni, hingga olahraga.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan optimisme besar terhadap peningkatan prestasi pelajar Jawa Timur.
Aries mengawali dengan menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pengembangan talenta peserta didik di Jawa Timur. Ia menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari upaya besar membentuk generasi masa depan yang unggul dan berkarakter.
Menurutnya, para siswa berprestasi merupakan aset penting bangsa yang kelak akan menjadi tulang punggung Indonesia. Oleh karena itu, pembinaan talenta harus terus dilakukan secara berkelanjutan dan terarah.
“Kami merasa bangga dan bahagia melihat anak-anak Jawa Timur yang terus menunjukkan prestasi. Mereka inilah yang akan menjadi generasi penerus yang membawa Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik,” ujarnya.
Di hadapan para tamu undangan, termasuk perwakilan perguruan tinggi, kepala daerah, serta pemangku kepentingan pendidikan, Aries juga melaporkan capaian prestasi Jawa Timur di tingkat nasional. Ia menyebut, pada tahun 2025, dari tujuh ajang prestasi nasional yang diselenggarakan, Jawa Timur berhasil meraih empat gelar juara umum.
Capaian tersebut melanjutkan tren positif dari tahun sebelumnya. Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir, Jawa Timur konsisten menjadi salah satu provinsi dengan prestasi terbaik di tingkat nasional. Meski pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) belum meraih juara umum, Jawa Timur tetap berhasil menempati posisi kedua.
Untuk tahun 2026, Aries menyatakan optimisme tinggi bahwa Jawa Timur mampu menyapu bersih seluruh ajang prestasi nasional. “Insyaallah, tahun ini kami menargetkan tujuh ajang prestasi dapat diraih semuanya oleh Jawa Timur,” tegasnya.
Selain prestasi akademik dan non-akademik, Aries juga menyoroti peningkatan jumlah siswa yang berhasil menembus perguruan tinggi melalui jalur prestasi atau Golden Ticket. Pada tahun 2026, tercatat sebanyak 206 siswa Jawa Timur memperoleh Golden Ticket untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri, di luar jalur Kementerian Agama.
Ia berharap ke depan jumlah tersebut terus meningkat, seiring dengan semakin banyaknya dukungan dari perguruan tinggi dan berbagai pihak. Menurutnya, capaian ini tidak lepas dari perhatian dan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Aries juga menyampaikan bahwa selama tujuh tahun berturut-turut, Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah terbanyak siswa yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur prestasi. Hal ini menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan pendidikan di Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut melaporkan kesiapan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026. Berdasarkan data Dinas Pendidikan, jumlah lulusan SMP/sederajat di Jawa Timur mencapai 618.479 siswa.
Sementara itu, daya tampung sekolah negeri hanya sekitar 244.621 siswa, yang terdiri dari 121.538 kursi di SMA dan 123.083 kursi di SMK. Kondisi ini membuat tidak semua lulusan dapat tertampung di sekolah negeri.
Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya mendorong partisipasi sekolah swasta serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemberian beasiswa bagi siswa dari keluarga prasejahtera. Pada tahun sebelumnya, sekitar 60,45 persen siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri dapat melanjutkan pendidikan melalui skema tersebut.
“Kami terus melakukan sosialisasi secara masif agar masyarakat memahami mekanisme SPMB. Tahun ini, sosialisasi dilakukan di lima wilayah sebagai upaya memastikan proses berjalan transparan dan akuntabel,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada siswa, Dinas Pendidikan Jawa Timur juga memberikan perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik. Salah satu program yang diluncurkan adalah bedah rumah bagi guru dan tenaga kependidikan sebanyak 38 unit dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional.
Program tersebut diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi para guru, sehingga tidak hanya siswa yang berprestasi, tetapi juga kesejahteraan tenaga pendidik turut diperhatikan.
Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan rehabilitasi ruang kelas yang mengalami kerusakan. Salah satunya adalah bantuan untuk perbaikan ruang kelas di salah satu SMK yang terdampak kerusakan, dengan dukungan dana sebesar Rp100 juta serta partisipasi masyarakat.
Menutup sambutannya, Aries berharap Ajang Talenta Murid Berprestasi Jawa Timur Tahun 2026 dapat menjadi wadah yang efektif dalam mewujudkan cita-cita para siswa. Ia juga mendorong para peserta untuk terus mengembangkan potensi diri dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai minat dan bakat masing-masing.
“Kami berharap dari ajang ini lahir generasi-generasi hebat yang mampu mengharumkan nama Jawa Timur dan Indonesia di masa depan,” pungkasnya.a.



