Kunjungan BOKE ke SMKN 12 Surabaya Buka Peluang Kerja Sama Pendidikan dan Animasi Bertaraf Internasional
Surabaya – Kunjungan Vice President BOKE Public Affairs, Wang Chen, bersama delegasi dari China ke SMK Negeri 12 Surabaya membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan, animasi, hingga pertukaran sumber daya manusia antara Indonesia dan China.
Kunjungan yang berlangsung pada Kamis 23 Juli 2026 tersebut didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai. Rombongan meninjau sejumlah program keahlian di SMKN 12 Surabaya, di antaranya Desain Komunikasi Visual (DKV), seni tari, karawitan, serta bidang animasi.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMKN 12 Surabaya, Dr. Mardi, S.Pd., M.Ds., mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian komunikasi dan penjajakan kerja sama antara pihak China dan Indonesia, khususnya dalam bidang pendidikan dan animasi.
Menurutnya, peluang kerja sama tersebut tidak hanya terbatas pada kunjungan, tetapi juga berpotensi dikembangkan dalam bentuk pemagangan, pertukaran guru dan siswa, hingga kerja sama produksi film animasi.
“Ke depan akan kita lihat tindak lanjutnya. Bisa berupa pemagangan atau kerja sama lainnya, termasuk kemungkinan kerja sama produksi film animasi dan sebagainya,” ujar Mardi.
Ia menjelaskan, kunjungan delegasi China tersebut menjadi kesempatan penting bagi SMKN 12 Surabaya untuk memperkenalkan potensi yang dimiliki sekolah, terutama dalam pengembangan pendidikan seni dan animasi.
Mardi menyebut pihak BOKE memberikan apresiasi terhadap persiapan yang dilakukan SMKN 12 Surabaya dalam menyambut kunjungan tersebut. Apresiasi juga diberikan terhadap proses pembelajaran animasi yang telah dilakukan para siswa.
Menurutnya, pembelajaran animasi di SMKN 12 Surabaya tidak lagi sekadar latihan, melainkan telah berbasis proyek dan mengarah pada standar industri.
“Pekerjaan anak-anak itu sudah langsung dari industri. Bukan lagi latihan-latihan biasa, tetapi sudah mengerjakan animasi yang standar industri,” jelasnya.
Mardi berharap, peluang kerja sama dengan pihak BOKE dapat segera ditindaklanjuti. Ia menilai kerja sama internasional sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, khususnya di bidang animasi.
Terlebih, dirinya pernah mengikuti kegiatan di China pada 2019. Karena itu, ia berharap adanya pertukaran pengalaman dan sumber daya manusia antara kedua negara.
“Pertukaran guru dan siswa sangat kami harapkan, sehingga pembelajaran animasi di Indonesia, khususnya di SMKN 12 Surabaya, semakin bagus. Standarnya bukan lagi nasional, tetapi internasional,” tegasnya.
Selain bidang animasi, kunjungan delegasi BOKE juga memberikan perhatian terhadap kekuatan SMKN 12 Surabaya sebagai sekolah yang memiliki basis pendidikan seni. Rombongan turut meninjau dan menyaksikan berbagai potensi siswa di bidang seni tari, karawitan, serta kolaborasi seni tradisional dan modern.
Vice President BOKE Public Affairs, Wang Chen, sebelumnya menyampaikan apresiasinya terhadap pertunjukan seni yang ditampilkan siswa SMKN 12 Surabaya. Ia menilai kolaborasi antara seni tradisional dan modern tersebut sangat menarik dan luar biasa.
Kunjungan tersebut bahkan memiliki makna tersendiri bagi Wang Chen. Sejak kecil, ia mengaku sering mendengar lagu “Bengawan Solo” yang diperdengarkan oleh orang tuanya. Karena itu, kedatangannya ke Indonesia disebut terasa seperti kembali ke rumah.
Mardi juga menyampaikan bahwa Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, kerja sama dan hubungan internasional seperti ini penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Timur.
“Pak Kadis sangat mendukung kegiatan ini. Harapannya kualitas pendidikan di Jawa Timur semakin bagus, khususnya SMKN 12 yang merupakan salah satu pusat sekolah seni,” katanya.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya berkaitan dengan siswa, tetapi juga mencakup kualitas pembelajaran dan tenaga pendidik.
Mardi menilai, kemajuan pendidikan vokasi membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga dunia industri.
“Peran serta pendidikan, khususnya SMKN 12, tidak lepas dari pemerintah, masyarakat, dan juga industri. Dengan begitu, kualitas pembelajaran benar-benar sesuai dengan kebutuhan yang ada di luar,” ujarnya.
Atas kunjungan delegasi dari China tersebut, pihak SMKN 12 Surabaya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung persiapan kegiatan.
Menurut Mardi, seluruh unsur sekolah, mulai dari guru, siswa, hingga pihak terkait, turut bekerja keras mempersiapkan penyambutan delegasi internasional tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja sama menyambut tamu spesial dari luar negeri,” pungkasnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih konkret antara SMKN 12 Surabaya, pihak BOKE, serta mitra pendidikan dan industri dari China. Kerja sama tersebut diharapkan mampu membuka peluang pertukaran pengetahuan, pemagangan, kolaborasi produksi animasi, hingga peningkatan kompetensi siswa dan guru menuju standar internasional.


