Surabaya- Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Jawa Timur akan menggelar rapat koordinasi teknis (rakornis) pada 29 April 2026. Rakor tersebut sebagai langkah konsolidasi organisasi menjelang penyusunan program kerja periode 2025–2030. Kegiatan ini melibatkan pengurus KPPG dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur, dengan tujuan menyelaraskan arah kebijakan serta strategi pemberdayaan perempuan di bidang politik.

Sekretaris KPPG DPD Golkar Jawa Timur, Mimtahatun Nafidah, menyampaikan bahwa seluruh persiapan kegiatan telah rampung. Undangan kepada peserta telah dikirim, akomodasi disiapkan, serta materi-materi yang akan dibahas dalam forum juga telah final. Ia optimistis kegiatan tersebut dapat berjalan lancar sesuai rencana.
Menurut perempuan yang akrab dipanggil Mimin tersebut, rakornis ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi antara pengurus tingkat provinsi dengan kabupaten/kota. Melalui forum ini, setiap daerah diharapkan dapat menyusun dan menjalankan program kerja yang selaras dengan kebijakan provinsi, sehingga implementasi di lapangan dapat berjalan efektif dan terarah.
“Karena ini rakor teknis, maka fokus kami adalah konsolidasi. Provinsi berkoordinasi dengan kabupaten/kota untuk menyelaraskan program kerja yang akan disusun dan dilaksanakan ke depan,” ujar Mimin yang diwawancacarai usai kegiatan Stadium General pada Closing Ceremony Sekolah Politik Perempuan yang diselenggarakan oleh Korps HMI-WATI, Senin (27/4/2026).
Ia juga menjelaskan, jumlah peserta yang akan hadir diperkirakan sekitar 120 orang, terdiri dari perwakilan KPPG kabupaten/kota serta pengurus DPD KPPG Jawa Timur. Namun, ada satu daerah yang belum dapat berpartisipasi secara penuh.
Selain konsolidasi program, KPPG Jawa Timur juga menargetkan peningkatan keterwakilan perempuan dalam politik, khususnya menjelang Pemilu 2029. Mimtahatun menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya berfokus pada pemenuhan kuota 30 persen perempuan sebagai calon legislatif, tetapi juga mendorong agar perempuan benar-benar terpilih menjadi anggota legislatif.
“Target kami tidak hanya memenuhi kuota 30 persen sebagai calon, tetapi juga memastikan keterpilihan perempuan sebagai anggota legislatif minimal 30 persen,” tegasnya.
Ia menambahkan, saat ini sudah cukup banyak kader KPPG di tingkat kabupaten/kota yang berhasil menjadi anggota dewan. Bahkan, sejumlah ketua KPPG daerah juga telah duduk sebagai legislator di wilayahnya masing-masing.
Di sisi lain, KPPG Jawa Timur juga turut mendukung berbagai inisiatif pendidikan politik perempuan, termasuk kegiatan sekolah politik perempuan. Menurutnya, program tersebut mampu membuka wawasan generasi muda perempuan untuk lebih aktif terlibat dalam dunia politik.
“Kami tidak hanya mengambil peran, tetapi juga membina dan menanamkan semangat kepada generasi muda agar tidak alergi terhadap politik,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Mimtahatun juga memberikan pesan kepada generasi muda, khususnya mahasiswa, agar memanfaatkan kesempatan saat ini dengan sebaik-baiknya. Ia menekankan bahwa apa yang dilakukan hari ini akan sangat menentukan masa depan.
“Langkah hari ini akan mempengaruhi hasil di masa mendatang. Jadi lakukan yang terbaik sesuai dengan peran masing-masing,” pungkasnya.



