Pigora News Jatim

UNICEF Harap Program Makan Bergizi Gratis Jadi Contoh Dunia, Jawa Timur Diminta Jadi Pelopor

SURABAYA — Perwakilan UNICEF, Ari, menegaskan bahwa program makan bergizi gratis yang tengah digencarkan pemerintah bukanlah kebijakan baru, melainkan kelanjutan dari berbagai intervensi gizi yang telah berlangsung puluhan tahun di Indonesia.

Menurutnya, sejak tahun 1990-an pemerintah Indonesia telah memiliki kebijakan pemberian makanan bergizi untuk anak sekolah. Pada 1997, program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS) diperkenalkan sebagai langkah awal memastikan pemenuhan gizi bagi peserta didik.

“Sejak 2016 hingga 2022, UNICEF bersama pemerintah juga menjalankan program Aksi Bergizi, termasuk pemberian tablet tambah darah, sarapan bergizi, serta mikronutrien lainnya. Semua ini dilakukan agar anak-anak Indonesia tumbuh sehat,” ujar Ari dalam sesi pelatihan yang diikuti berbagai pemangku kepentingan.

Ia menambahkan, banyak negara membutuhkan waktu hingga 100 tahun untuk membangun sistem makan bergizi bagi anak sekolah. Karena itu, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang lebih cepat karena terbuka terhadap pembelajaran dari berbagai negara maupun kota lain.

Ari juga menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya bertumpu pada sektor kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan lintas sektor. “Semua komponen harus terlibat: air bersih dan sanitasi, lingkungan, perlindungan anak, pendidikan, sosial, hingga komunikasi perubahan perilaku,” tegasnya.

Terkait pelaksanaan di daerah, Ari berharap Jawa Timur dapat menjadi provinsi terdepan dalam implementasi program makan bergizi gratis. “Harapannya Jawa Timur menjadi yang terbaik dan menjadi contoh bagi provinsi lain,” ujarnya.

Ari hadir mewakili UNICEF sebagai pendukung program sekaligus mitra Badan Gizi Nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *