Surabaya – Plt Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengapresiasi prestasi membanggakan Shine Harmony Choir yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang kompetisi paduan suara tingkat internasional.
Apresiasi tersebut disampaikan Emil saat menghadiri penyambutan dan pemberian penghargaan Champion World Choir Games “Shine Harmony Choir” yang digelar di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Jumat (24/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Emil menyampaikan rasa bangganya atas talenta luar biasa yang dimiliki para anggota Shine Harmony Choir. Menurutnya, prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para peserta, keluarga, sekolah, dan Jawa Timur, tetapi juga bagi Indonesia.
“Ini adalah suatu kebahagiaan bagi saya. Saya melihat teknik vokal yang luar biasa. Head voice-nya sudah sangat baik, bahkan whistle voice-nya juga sudah dikuasai,” ujar Emil.
Ia menilai teknik vokal yang ditampilkan para anggota Shine Harmony Choir bukanlah hal yang mudah dikuasai, terlebih sebagian besar anggotanya masih berusia muda. Karena itu, Emil menyebut kemampuan tersebut sebagai anugerah yang patut disyukuri sekaligus terus dikembangkan.
Selain kemampuan teknik vokal, Emil juga menyoroti pentingnya nilai kebersamaan dalam sebuah kelompok paduan suara. Menurutnya, kekuatan utama choir bukan hanya terletak pada kemampuan bernyanyi, tetapi juga kemampuan setiap anggota untuk mengesampingkan ego pribadi demi menghasilkan harmoni.
“Choir itu kuncinya tidak boleh ego. Itu tidak gampang. Yang namanya bernyanyi tanpa ego itu susah. Choir bukan hanya soal bagaimana memiliki karakter, tetapi juga bagaimana menciptakan kesamaan dan harmoni,” tuturnya.
Emil juga mengapresiasi kolaborasi para anggota Shine Harmony Choir yang berasal dari sejumlah sekolah di Jawa Timur, bahkan berkolaborasi dengan talenta dari Jakarta. Ia menilai kolaborasi lintas sekolah dan lintas kota tersebut menjadi salah satu kekuatan yang mampu membawa paduan suara Jawa Timur meraih prestasi di tingkat internasional.
Menurut Emil, masing-masing daerah memiliki karakter vokal yang berbeda. Surabaya, misalnya, dinilai memiliki karakter suara yang kuat atau power tone, sedangkan Jakarta memiliki karakter yang lebih kaya warna dan groove. Perpaduan karakter tersebut, kata Emil, menghasilkan warna musik yang semakin kuat.
“Ketika digabung, power-nya kuat, tetapi aransemennya juga terlihat sangat baik sehingga blend-nya bagus sekali,” jelasnya.
Emil juga mengungkapkan bahwa prestasi Shine Harmony Choir mendapat perhatian luas, termasuk di media sosial. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bentuk kemenangan ganda, yakni kemenangan formal melalui prestasi kompetisi dan kemenangan informal melalui perhatian serta apresiasi publik di ruang digital.
“Tidak mudah mendapatkan double win. Ada kemenangan formal dan kemenangan informal. Kemenangan informal inilah yang kemudian membuatnya ramai di media sosial,” katanya.
Ia berharap keberhasilan Shine Harmony Choir dapat menjadi motivasi bagi talenta-talenta muda Jawa Timur untuk terus mengembangkan bakat dan kecintaan terhadap musik.
Emil menegaskan, tidak semua anggota choir nantinya harus berkarier di bidang musik. Namun, pengalaman dan kecintaan terhadap musik yang telah mereka dapatkan akan menjadi bekal berharga dalam perjalanan hidup masing-masing.
“Mungkin nanti ada yang berkarier di musik, mungkin ada yang tidak. Tetapi di mana pun kalian berkarier, kalian tidak akan pernah lepas dari musik. Sekali kalian sudah mencintai musik, itu tidak akan bisa dilepaskan,” ungkapnya.
Ia juga berpesan agar kebersamaan para anggota Shine Harmony Choir tetap dijaga, meskipun nantinya mereka akan menempuh jalan dan karier yang berbeda-beda.
Emil menyampaikan terima kasih kepada para pelatih, pembina, kepala sekolah, orang tua, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap perjuangan Shine Harmony Choir hingga mampu meraih prestasi internasional.
“Selamat sekali lagi untuk Shine Harmony Choir. Semoga terus menciptakan prestasi dan kebanggaan bagi Jawa Timur dan Indonesia,” pungkasnya.


