Surabaya, 3 Juli 2026 – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, menegaskan bahwa profesi ahli gizi memiliki peran yang sangat strategis dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.
Hal tersebut disampaikan Adhy Karyono saat mewakili Gubernur Jawa Timur membuka Temu Ilmiah Nasional (TIN) II Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) yang diselenggarakan DPP PERSAGI di Surabaya, Jumat (3/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri ribuan ahli gizi, akademisi, peneliti, tenaga kesehatan, serta praktisi dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam sambutannya, Adhy mengapresiasi DPP PERSAGI, DPD PERSAGI Jawa Timur, panitia, sponsor, dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan forum ilmiah tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, organisasi profesi, akademisi, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Adhy mengatakan, sejak Program Makan Bergizi Gratis dijalankan, keberadaan profesi ahli gizi semakin menunjukkan peran pentingnya dalam memastikan kualitas makanan yang dikonsumsi masyarakat, khususnya peserta program MBG.
Tidak hanya memperhatikan keseimbangan gizi, ahli gizi juga berperan dalam mengawasi keamanan pangan, kualitas bahan baku, hingga proses pengolahan makanan agar memenuhi standar kesehatan.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini di Jawa Timur telah beroperasi sekitar 4.125 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani jutaan penerima manfaat, mulai dari siswa, santri, ibu hamil, ibu menyusui hingga balita. Menurutnya, seluruh layanan tersebut membutuhkan pendampingan tenaga ahli gizi agar kualitas makanan tetap terjaga dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesehatan masyarakat.
Adhy juga menyampaikan bahwa prevalensi stunting di Jawa Timur terus menunjukkan tren penurunan. Ia optimistis angka tersebut akan semakin membaik dengan dukungan Program MBG yang didukung pengawasan dan standar gizi yang baik dari para ahli gizi.
Selain meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, Program MBG juga dinilai memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Jawa Timur memiliki kapasitas besar dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan untuk program tersebut, mulai dari beras, telur, ayam, hingga komoditas pertanian lainnya. Pemerintah Provinsi Jawa Timur pun terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar pasokan pangan tetap terjaga tanpa mengganggu kebutuhan masyarakat.
Menurut Adhy, Program MBG merupakan investasi sosial jangka panjang pemerintah untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan mampu bersaing di masa depan. Oleh karena itu, ia berharap hasil Temu Ilmiah Nasional II PERSAGI dapat melahirkan rekomendasi konkret bagi pemerintah dalam memperkuat kebijakan pembangunan kesehatan dan gizi nasional.
“Mudah-mudahan dari pertemuan ilmiah ini lahir rekomendasi yang aplikatif untuk mendukung peningkatan kesehatan masyarakat Indonesia. Peran PERSAGI sangat penting dalam memastikan setiap program pemenuhan gizi berjalan sesuai standar sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Adhy.
Mengakhiri sambutannya, Adhy mengucapkan selamat mengikuti Temu Ilmiah Nasional II PERSAGI kepada seluruh peserta serta mengajak para tamu dari berbagai daerah untuk menikmati potensi wisata dan kuliner Jawa Timur selama berada di Surabaya. Ia berharap forum tersebut semakin memperkuat kolaborasi dalam membangun masyarakat Indonesia yang sehat, bergizi, dan sejahtera.


